AKSI NYATA MODUL 1. 4 BUDAYA POSITIF
di SMP NEGERI 3 WELAK
OLEH: GAUDENSIUS PRASISKO DE PASIONIS, S.Pd.,Gr.
![]()
A. Latar Belakang:
Sekolah
sebagai tempat bersemainya benih-benih kebaikan yang dimiliki oleh murid harus
terus diupayakan sehingga dengan demikian segala kodrat positif dari murid
dapat tereksplorasi dan diarahkan tumbuh dan berkembang dengan baik. Untuk
itulah dibutuhkan nilai dan peran dari seorang guru dalam mendorong dan
menuntun tumbuhnya budaya positif
yang tumbuh dari internal diri seorang murid.
Menurut
Ki Hajar Dewantara, peran guru adalah menuntun dan membimbing murid agar
memiliki budi pekerti yang baik. Hal tersebut bisa dicapai dengan pendidikan
karakter yang salah satunya adalah dengan cara penerapan budaya positif di
sekolah sebagai lingkungan belajar murid.
Setiap
tindakan atau perilaku yang kita lakukan di dalam kelas dapat menentukan
terciptanya sebuah lingkungan positif. Perilaku warga kelas tersebut menjadi
sebuah kebiasaan, yang akhirnya membentuk sebuah budaya positif. Untuk
terbentuknya budaya positif pertama-tama perlu diciptakan dan disepakati
keyakinan-keyakinan atau prinsip- prinsip dasar bersama di antara para warga
kelas. Keyakinan kelas disusun berdasarkan masukan murid dan kemudian
disepakati bersama. Maka dari itu diharapkan murid lebih bisa menghargai komitmen yang telah dibuat bersama-sama.
B. Tujuan:
- Mewujudkan budaya positif di kelas melalui kesepakatan kelas.
- Mengimbaskan praktik baik budaya positif kepada rekan sejawat.
C. Linimasa Tindakan:
- Menyampaikan
kepada Kepala Sekolah terkait penanaman Budaya
Positif dan KeyakinanKelas di sekolah,
serta meminta izin untuk mendiseminasikan hal tersebut
bersama rekan guru.
- Berkolaborasi dan berkoordinasi dengan Wali Kelas lain untuk membuat keyakinan kelas masing-masing.
- Memantau, merefleksikan, dan menanamkan keyakinan
kelas yang telah
dibuat.
- Mengumpulkan
rekan
guru untuk
melakukan
diseminasi pemahaman
budaya positif dan segitiga restitusi.
D. Deskripsi Aksi Nyata:
Setelah
mempelajari modul terkait budaya positif, saya pun mulai menerapkan hal yang
telah saya pelajari di kelas. Sebagai wali kelas saya membuat keyakinan kelas
bersama anak-anak didik saya. Saya juga mulai menerapkan segitiga restitusi
saat menangani peserta didik yang melanggar keyakinan kelas.
Pada tanggal 22 Agustus 2024, saya pun
melakukan diseminasi terkait budaya positif kepada rekan-rekan guru dan tenaga
kependidikan di sekolah. Kegiatan diseminasi ini dilakukan atas izin dari
pimpinan yang memberikan dukungan penuh terhadap saya. Saya membagikan materi
terkait disiplin positif, keyakinan kelas, motivasi perilaku manusia, posisi
kontrol guru, dan segitiga restitusi. Dalam kegiatan ini, semua guru aktif
bertanya dan berbagi pengalaman serta refleksi terkait penerapan budaya
positif. Kegiatan ini diharapkan membawa dampak yang baik bagi sekolah.
E. Hasil dari Aksi Nyata:
- Tercipta pemahaman warga sekolah terkait budaya positif
- Tercipta budaya
positif sekolah melalui
keyakinan kelas
F. Tolak Ukur:
Siswa dapat melaksanakan keyakinan kelas sesuai nilai-nilai kebajikan yang telah disepakati bersama.
G. Rencana Perbaikan:
- Memantau terlaksananya keyakinan kelas
- Menerapkan segitiga restitusi peserta didik melanggar keyakinan kelas